Cara Bijak Penggunaan Kartu Kredit

PDFPrintE-mail

Topik Minggu Ini

AddthisAddthis

Sahabat Uang Anda, memanfaatkan fasilitas kredit merupakan hal yang tidak bisa dihindari saat ini. Selain memberikan kemudahan, memiliki kartu kredit, pinjaman dan berbagai jenis kredit dapat berguna di saat situasi emergency atau kebutuhan darurat lainnya.

Kartu kredit sendiri merupakan salah satu jenis pinjaman pribadi tanpa agunan yang paling umum. Memakai kartu kredit sama saja dengan meminjam uang. Perlu disadari bahwa setiap menggesek kartu, Anda sebenarnya mengajukan permohonan pinjaman untuk pembelanjaan tersebut. Jika Anda melakukan pembayaran tagihan dengan menyicil, perusahaan kartu kredit akan membebankan biaya bunga yang harus Anda bayar bersamaan dengan nilai cicilan pembelian barang tersebut.

Namun harus diingat, memiliki kartu kredit membutuhkan tanggung-jawab besar. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk kartu kredit agar dapat memanfaatkannya dengan bijaksana.

Sebelum Anda menggunakan kartu kredit, Anda wajib mengetahui kondisi finansial yang dimiliki terlebih dahulu. Ini agar Anda terlepas jerat hutang kartu kredit yang menyulitkan diri Anda sendiri kelak.

Perlu diketahui, Anda akan menghadapi masalah jika Anda tidak membayar tagihan kartu kredit tepat pada waktunya. Menunda pembayaran pinjaman atau tagihan kartu kredit adalah masalah serius, dan dapat mempengaruhi kredibilitas Anda ketika mengajukan pinjaman atau kartu kredit baru.

Agar terhindar darinya, gunakanlah pinjaman Anda dengan bijaksana. Oleh karena itu, pertama-tama sebaiknya mencatat setiap penerimaan dan pengerluaran Anda selama setahun. Setelah Anda melihat pengeluaran setiap bulannya, baru Anda akan mengetahui, berapa yang memungkinkan Anda untuk menggunakan dana dalam kartu kredit, sehingga  Anda dapat mengetahui berapa nilai pinjaman yang sanggup Anda bayar.

Anda harus mengetahui dengan seksama kondisi keuangan Anda pada saat ini dan pada masa yang akan datang sebelum melakukan peminjaman. Setelah itu, buatlah anggaran yang realistis untuk membayarnya dengan menghitung rasio pinjaman.

Rasio pinjaman sendiri merupakan perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah pendapatan Anda. Cara menghitung rasio pinjaman adalah dengan membagi jumlah pengeluaran bulanan dengan pendapatan bersih Anda.

Pertama-tama, catat semua pengeluaran bulanan termasuk biaya sewa rumah, tagihan telepon, penyusutan dan tagihan kartu kredit Anda.

Sebagai contoh, bila jumlah cicilan bulanan Anda Rp 1.600.000 sedangkan pendapatan bersih Rp 4.000.000. Maka rasio pinjaman adalah Rp 1.600.000 di bagi  Rp 4.000.000 dikalikan 100% menjadi 40%.

Banyak ahli keuangan menyarankan agar rasio yang dipakai untuk membayar pinjaman dan kartu kredit tidak melebihi 10 hingga 15 persen dari pendapatan bersih, dan total pembayaran semua utang termasuk cicilan rumah sebaiknya tidak melebihi 40 persen dari pendapatan bersih. Rasio pinjaman seperti ini sangatlah riskan untuk membuat keuangan keluarga Anda bangkrut. Rasio yang mendekati ideal adalah 30% dari total cicilan bulanan.

Sementara itu terkait dengan bunga kartu kredit, perlu saya jelaskan bahwa besarnya suku bunga bersifat tidak tetap. Hal ini berdasarkan pada beberapa faktor, yaitu:

Pertama, tingkat penggunaan kartu kredit. Semakin banyak transaksi yang Anda lakukan dengan kartu kredit dan semakin lama Anda tidak melunasi seluruh tagihan sampai melewati tanggal jatuh tempo, maka semakin besar bunga yang akan dibebankan.

Kedua, besar bunga akan dipengaruhi pola  pembayaran tagihan kartu kredit Anda.

Dan yang terakhir, review secara periodik pola atau kebiasaan penggunaan dan cara pembayaran kartu kredit Anda.

Memang permasalahan yang sering timbul adalah kurangnya informasi nasabah mengenai kapan bunga kartu kredit ini akan dikenakan pada mereka dan cara perhitungannya.

Untuk itu perlu saya jelaskan bahwa bunga kartu kredit akan muncul pada tiga kondisi berikut ini:

-       Bila Anda membayar kurang dari total tagihan baru yang telah dibebankan dalam lembar tagihan Anda.

-       Bila Anda melakukan pembayaran melewati tanggal jatuh tempo.

-       Dan juga pada saat Anda melakukan penarikan tunai dari kartu kredit.

Secara umum cara menghitung bunga kartu kredit menggunakan metode saldo harian rata-rata. Banyak perusahaan kartu kredit menggunakan metode ini. Penerbit kartu kredit menjumlahkan keseluruhan saldo Anda setiap hari selama masa penagihan, dan membaginya dengan jumlah hari dari periode penagihan. Lalu dikalikan dengan tingkat bunga yang berlaku.

Memang di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, pemanfaatan kartu kredit merupakan salah satu trend dari gaya hidup yang berkembang pesat. Tak heran, apabila saat ini banyak konsumen yang lebih menyukai bertransaksi lewat kartu kredit daripada tunai.

Masalah kemudian timbul, ketika banyak di antara Anda yang mempercayai mitos tentang kartu kredit, seperti kartu kredit merupakan penghasilan tambahan, kartu kredit merupakan kartu hutang yang paling mudah dan memiliki banyak kartu kredit dianggap dapat meningkatkan status sosial Anda di masyarakat.

Bila kondisi demikian benar-benar terjadi, tidak heran Anda berpotensi terjerat hutang kartu kredit.

Dengan kondisi yang tengah terjadi, banyak di antara kita yang berpikir bahwa penyelesaian utang kartu kredit identik dengan pengiriman debt collector. Bayangan debt collector, si penagih utang yang kasar di sembarang tempat, bagaikan momok bagi pemegang kartu kredit yang bermasalah.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Pertama, jangan menjadi phobia terhadap debt collector. Sebaiknya, carilah solusi penyelesaian hutang kartu kredit anda. Karena catatan kredit yang baik akan memudahkan Anda merajut masa depan.

Bila anda terbelit hutang kartu kredit, yang perlu anda ingat pertama kali adalah jangan lari dari kewajiban membayar hutang. Cobalah untuk menghubungi bank terlebih dulu dan kemukakan kesulitan keuangan anda. Bank penerbit kartu kredit yang baik akan membantu anda menyelesaikan hutang, melalui perencanaan keuangan yang lebih realistis.

Hal penting lain yang perlu anda ketahui adalah bank tidak akan secara langsung mengirimkan mengirimkan debt collector begitu anda mempunyai hutang kartu kredit. Sebuah bank penerbit kartu kredit yang baik akan mengingatkan Anda terlebih dahulu melalui sms dan telepon, jika Anda lupa membayar tagihan kartu kredit dan sudah lewat tanggal jatuh tempo.

Pengiriman sms dan telepon akan terus dilakukan oleh bank penerbit kartu kredit selama kurang lebih 60 hari. Jika pemegang kartu kredit tetap belum membayar,  maka barulah bank akan mengirimkan debt collector ke tempat Anda.

Sebagai pemegang kartu kredit, Anda adalah debitur non collateral loan atau kredit tanpa agunan. Jika muncul masalah keuangan, anda dapat meminta bank menyelesaikan hutang anda dengan cara restrukturisasi. Dengan restrukturisasi hutang, Anda tetap harus membayar secara mencicil dengan masa cicilan lebih panjang dan besaran bunga dapat diturunkan.

Pemirsa, ingatlah bahwa debt collector  hanya akan datang ketempat anda setelah :

Pertama, Bank penerbit kartu kredit tuntas melakukan investigasi dan analisa internal yang mendalam  terhadap kondisi keuangan Anda.

Kedua, Bank penerbit kartu kredit menghubungi Anda melalui surat, sms dan telpon sebanyak 15 sampai 20 kali.  Namun setelah 30 hari dari tanggal jatuh tempo,  Anda tetap tidak melakukan pelunasan tagihan selama 60 hari  tanpa penjelasan apapun baik melalui telepon, surat maupun datang langsung ke bank.

Kedisiplinan dalam pembayaran tagihan kartu kredit merupakan hal terpenting yang harus anda perhatikan. Mengapa ?

Karena selain agar credit history Anda tetap baik, juga untuk mempermudah Anda dalam pengajuan kredit lainnya di masa mendatang. Ingat saat ini bank Indonesia sudah mempunyai Biro Kredit yang selalu akan memantau credit history anda

Pembayaran kartu kredit merupakan kewajiban yang Anda harus lakukan setiap bulan. Dengan menerima tagihan dari bank penerbit,  berarti Anda  mendapatkan informasi tentang jumlah tagihan dan periode pembayaran yang harus dipenuhi.

Sayangnya, banyak pemegang kartu kredit yang tidak memperhatikan hal ini. Bahkan karena kesibukannya, tidak jarang Anda lupa melaksanakan pembayaran kartu kredit, sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang tertera di lembar penagihan.

Meskipun terlihat sepele, seringnya keterlambatan pembayaran akan membuat credit record atau sejarah kredit Anda buruk. Kondisi ini akan merugikan dan mempersulit Anda, jika dimasa datang ingin memperoleh kredit baru.

Perlu diinformasikan bahwa pembayaran pelunasan kartu kredit meliputi beberapa komponen, yaitu:

  • Pelunasan bunga dan biaya administrasi
  • Pelunasan transaksi pengambilan tunai
  • Pelunasan transaksi pembelanjaan

Ketika Anda menerima tagihan kartu kredit, lakukan dua hal berikut:

Pertama, bayarlah tagihan Anda sekurang kurangnya dengan pembayaran minimum setiap bulannya sesuai dengan peraturan Bank Indonesia, yaitu 10% dari total tagihan

Kedua, hindari keterlambatan pembayaran. Kirim pembayaran Anda 5 sampai 7 hari sebelum tanggal jatuh tempo.

Sedangkan beberapa cara pembayaran kartu kredit dapat dilakukan dengan:

Pertama, melalui ATM atau fasilitas lainnya dari bank rekanan.  Pembayaran tagihan kartu kredit melalui bank rekanan, Anda akan dikenakan biaya layanan atas pemakaian fasilitas bank rekanan yang besarnya kira-kira Rp. 5.000 – Rp. 7.500 per transaksi

Kedua, melalui transfer bank (LLG). Maksudnya Anda dapat melakukan transfer dana tunai dari rekening bank Anda ke bank penerbit kartu kredit. Perlu diketahui tiap bank mempunyai prosedur dan jangka waktu proses transfer yang berbeda. Maka pastikan dana Anda diterima palng lambat pada tanggal jatuh tempo.

Terakhir, kemudian pembayaran kartu kredit dapat dilakukan langsung di bank penerbit kartu kredit bila Anda memiliki rekening koran di bank tersebut. Ini bisa dilakukan dengan tunai di loket/teller, ATM, Phone Banking dan online.

Add comment

Security code
Refresh

Info Uang Anda

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan

article thumbnailDengan kelebihan dan kekurangan masing-masing sebaiknya Anda memilih wahana finansial...
Selengkapnya

Tips Berbelanja Secara Lebih Cerdas

article thumbnailTips berbelanja secara lebih cerdas. Kedua Buatlah daftar barang yang akan...
Selengkapnya

Tips memulai usaha dengan modal terbatas

article imageModal bukanlah satu-satunya faktor penunjang dalam berwirausaha. Ada beberapa strategi...
Selengkapnya

Lainnya

Komentar Anda